Perut Buncit Kempes dengan Minum Wedang Jahe Sebelum Makan

Perut Buncit Kempes dengan Minum Wedang Jahe Sebelum Makan


Merry Wahyuningsih - detikHealth
img
(Foto: thinkstock)
Jakarta, Saat musim hujan dan udara dingin, banyak orang suka minum wedang jahe untuk menghangatkan badan. Tak hanya itu, minum wedang jahe sebelum makan pun efektif untuk melancarkan pencernaan serta mencegah dan mengempeskan perut buncit.

Lemak menumpuk di daerah perut karena berbagai alasan, seperti makan berlebihan, pengurangan hormon terkait usia, kurang olahraga dan stres. Konsumsi jahe atau Zingiber offinale bisa membantu mnegurangi lemak berbahaya di bagian perut.

Sebagai bantuan pencernaan, jahe dapat mengurangi nafsu makan melalui efek regulasi terhadap gula darah dan serum kolesterol. Sebuah artikel yang dipublikasikan dalam British Journal of Nutrition tahun 2006, menunjukkan bahwa jahe memiliki efek pada regulasi gula darah, kolesterol dan lipid (lemak).

Beberapa iris jahe segar yang direbus dengan secangkir air dan dikonsumsi sebelum makan dapat merangsang pencernaan. Meski studi tersebut tidak konklusif, namun air hangat dapat meningkatkan manfaat wedang jahe, menurut Dr Susan Brown dalam artikelnya 'Ten Steps to Better Digestion', seperti dilansir Livestrong, Rabu (31/1/2012).

Selain itu, jahe juga merupakan kelompok rempah-rempah yang dianggap sebagai stimulan, yang memiliki efek mirip kafein.

Mengonsumsi 4 gram atau sekitar 2 sendok teh jahe per hari dapat meningkatkan metabolisme dan melancarkan pencernaan. Peningkatan tersebut membuat tubuh Anda lebih cepat membakar kalori dan meratakan perut.

Jahe juga hanya sedikit mengandung kalori, yaitu sekitar 1 kalori per gram, sehingga tidak akan berkontribusi untuk menaikkan berat badan.

Ada beberapa cara membuat wedang jahe, pertama dengan memasukkan parutan jahe ke dalam cangkir yang kemudian di seduh dengan air mendidih diatasnya. Cara lain dengan memasukkan irisan atau potongan jahe ke dalam panci berisi dan dididihkan hingga air berubah warna menjadi kuning keemasan.
Penyebab Susah Tidur Paling Banyak Karena Memikirkan Uang

Penyebab Susah Tidur Paling Banyak Karena Memikirkan Uang


AN Uyung Pramudiarja - detikHealth

img
(Foto: thinkstock)
Jakarta, Ada beragam penyebab orang susah tidur, mulai dari cuaca tidak enak hingga terganggu pasangan yang tidurnya mendengkur. Namun dari semua itu, penyebab susah tidur yang paling banyak dilaporkan adalah pusing memikirkan masalah keuangan.

Dalam sebuah survei, 37 persen responden mengeluhkan masalah keuangan sebagai penyebab gangguan tidur yang dialaminya. Masalah keuangan yang dikeluhkan bermacam-macam, mulai dari hutang-piutang hingga berbagai macam tagihan yang harus dilunasi.

Urusan pekerjaan menjadi masalah kedua yang paling banyak dikeluhan para penderita gangguan tidur, yakni oleh 30 persen responden. Di urutan berikutnya adalah cuaca yang terlalu panas atau gerah, yang dikeluhkan oleh sekitar 29 persen responden.

Beser atau sebentar-sebentar ingin ke toilet untuk buang air kecil berada di peringkat berikutnya, bersama-sama dengan urusan jodoh. Kedua hal itu masing-masing dikeluhkan oleh 20 persen responden sebagai penyebab gangguan tidur yang dialaminya.

Masalah kesehatan lainnya berada di urutan keenam dan dikeluhkan oleh 17 persen responden. Cuaca yang terlalu dingin serta terganggu oleh pasangan yang berisik karena tidurnya selalu ngorok berada di urutan berikutnya, masing-masing dengan 16 persen.

Secara umum, gangguan-gangguan secara psikologis lebih banyak memicu susah tidur daripada gangguan fisik seperti suara berisik dari jalan raya atau tetangga. Meski begitu, keluhan fisik khususnya dering ponsel ketika ada pesan atau panggilan masuk juga dikeluhkan oleh 5 persen responden.

"Memikirkan masalah saat sudah bersiap mau tidur hanya akan membuat masalah tampak lebih berat. Sangat penting untuk rileks sebelum tidur agar tubuh dan pikiran bisa benar-benar istirahat," kata Claire Haigh, juru bicara Premier Inn Hotel di Inggris yang mendanai survei tersebut, seperti dikutip dari Dailymail, Rabu (1/2/2012).
Hindari Kanker, 3 Kakak Adik Pilih Tak Punya Payudara & Rahim

Hindari Kanker, 3 Kakak Adik Pilih Tak Punya Payudara & Rahim


Merry Wahyuningsih - detikHealth
img
(dok. dailymail)
Jakarta, Tak ingin meninggal karena kanker seperti ibunya, 3 orang kakak beradik yang pemberani sengaja mengangkat payudara dan rahimnya. Tindakan ini dilakukan karena mereka tahu ada gen kanker di tubuh mereka.

Luan Moreton (38 tahun), Kim Jones (33 tahun) dan Jemma Dennis (30 tahun), 3 orang kakak beradik ini sengaja melakukan mastektomi (pengangkatan payudara) setelah menjalani tes yang menunjukkan bahwa di dalam tubuh mereka terdapat gen kanker agresif, gen sama yang telah membunuh ibu mereka Rita di usia 32 tahun.

Sekarang dua kakak tertua juga menjalan histerektomi (pengangkatan rahim) setelah dokter mengatakan bahwa mereka berpeluang 50 hingga 60 persen mengembangkan kanker ovarium.

Jemma, si adik bungsu, juga akan menjalani operasi tersebut setelah ia mencoba meminta izin dari suami dan anak-anaknya.

Trio kakak beradik ini juga mengajak perempuan lain untuk dapat melakukan pemeriksaan dini agar dapat mengetahui dan mempertimbangkan operasi sebagai upaya pencegahan.

"Kami semua sangat dekat setelah apa yang terjadi pada ibu, tetapi operasi ini telah membuat kami bahkan lebih dekat. Saya merasa kami beruntung karena menyadari kami menyadari bahwa kami semua memiliki gen dan mengambil langkah untuk mencegah kanker berkembang," jelas Luan Moreton, si sulung yang sudah memiliki satu orang anak, seperti dilansir Dailymail, Rabu (1/2/2012).

Menurutnya, para perempuan perlu tahu bahwa ada hal yang dapat dilakukan untuk meminimalkan risiko kanker. Ibu mereka meninggal karena memiliki gen kanker dan tidak perlu melakukan pengujian.

"Sudah terlambat baginya, tetapi kami mampu melakukan sesuatu," tegasnya.

Ibu 3 kakak beradik ini meninggal pada tahun 1986 saat masih berusia 32 tahun, saat Luan baru berusia 12 tahun, Kim 7 tahun dan Jemma 4 tahun. Bertahun-tahun kemudian, mimpi buruk kembali terjadi ketika Luan menemukan ada benjolan di payudaranya saat berusia 31 tahun.

Pengujian menunjukkan dia menderita kanker payudara dan pada Juli 2005 ia melakukan lumpectomy (memotong benjolan) diikuti dengan kursus 6 bulan kemoterapi dan radioterapi 4 minggu.

Pengobatan berhasil, namun pemeriksaan lebih lanjut di Birmingham Women's Hospital mengungkapkan bahwa Luan membawa gen BRCA1, pemicu utama untuk penyakit ini.

Itu berarti ada peluang 50 persen bahwa saudara perempuannya juga akan memilikinya.

Benar saja, pada bulan Januari 2007, Jemma yang berasal dari Tamworth, Staffordshire, memberikan darah untuk diuji dan hasilnya ternyata positif. Ini berarti dia memiliki peluang 85 persen terkena kanker payudara.

Kim yang berasal dari Leicester, juga diuji beberapa bulan kemudian dan dia juga diuji positif.

Mereka kemudian memutuskan untuk menjalani operasi mastektomi ganda yang berlangsung hingga 10 jam untuk mengangkat kedua payudara, lalu menjalani operasi rekonstruktif.